Launching Kurikulum Terintegrasi P4GN BNNK Nganjuk

Serah terima kurikulum terintegrasi P4GN secara simbolis oleh kepala BNNK Nganjuk AKBP Agus Irianto kepada Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman

Press Release Operasi Bersinar Kabupaten Nganjuk

Press Release Operasi Bersinar Kabupaten Nganjuk Oleh Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad Darwis Bersama Kepala BNNK Nganjuk AKBP Agus Irianto.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 09 Maret 2017

Kru Bus Tertanggkap Saat Hendak Pesta Shabu

Karena ingin staminanya tetap fit saat mengemudi, Wawan Kristiawan (25) sopir asal Kelurahan Werungotok Kecamatan Nganjuk dan Joko Samudro (25) kenek asal Desa Klakahrejo Kecamatan Benowo Surabaya, nekat mengkonsumsi sabu-sabu.
Namun niat mereka tidak kesampaian lantaran keburu dicokok oleh petugas Badan Nakotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk saat hendak berpesta sabu. Hingga hari ini, keduanya masih menjalani penyidikan di untuk pengembangan kasus.
“Keduanya adalah teman lama dan sama-sama bekerja pada perusahaaan oto bus yang sama. Yang pertama kita bekuk adalah Joko saat mengambil pesanan sabu di bawah pohon trembesi Desa Godean Kecamatan Loceret,” kata Kompol Eddy Siswanto, Kasi Pemberantasan BNNK Nganjuk saat rilis, hari ini Kamis (9/3) pukul 13.00 WIB.
Setelah membekuk Joko, lanjutnya, kasus dikembangkan dan mengerucut kepada Wawan. Kepada petugas, Wawan mengaku jika mengkonsumsi sabu untuk menjaga stamina. “Wawan kita tangkap di terminal bus Nganjuk dengan barang bukti 0,2 gram sabu, 2 ponsel, uang Rp 160 ribu, flasdisk, parfum, 5 alat hisap, 2 pipet, dan 6 korek api,” jelasnya.

BNNK Nganjuk Temukan 120 Biji Permen Dot

Mengantisipasi maraknya peredaran makanan yang diduga mengandung narkoba, BNN Kabupaten Nganjuk menggelar razia, Rabu (8/3) siang sekitar pukul 12.05 WIB.
Razia yang menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk ini menyasar beberapa distributor makanan maupun minuman, terutama jajanan anak-anak. Selain itu juga beberapa kios serta penjual jajanan di sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar.
“Ada 5 tempat yang kita datangi, di antarara distributor di jalan Panglima Sudirman, swalayan di jalan Yos Sudarso, distributor belakang pasar wage dan beberapa kios,” kata AKBP Agus Irianto Kepala BNN Kabupaten Nganjuk.
Hasilnya, sedikitnya 120 biji permen dot yang diduga mengandung narkoba diamankan petugas. “Sementara kita uji di laboratorium apakah mengandung narkoba atau tidak. Kami menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya supaya tidak jajan sembarangan,” ujarnya.
Sumber: koran memo